\(^_^)/ . . . . . Irrashaimase To My Blog . . . . . \(^_^)/
Tampilkan postingan dengan label Japanese Language. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japanese Language. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

Kata yang Paling Berbahaya Dalam Bahasa Jepang



Kalau di bahasa Jepang ada gelar “kata paling berbahaya”, maka tidak diragukan lagi bahwa yang paling pantas menyandangnya adalah kata “anata“. anata adalah kata ganti orang kedua, jadi dia berarti semacam “anda” atau “kamu”. Dilihat sekilas, sepertinya itu kata yang normal dan bukan kata umpatan atau semacamnya. Tapi kenapa dia berbahaya?

Ini berhubungan dengan masalah sopan-santun dan kalimat yang alami di bahasa Jepang. anata sering dianggap sebagai kata normal oleh pemula, jadi pemula akan menggunakannya secara bebas dan sering. Padahal anata hanya bisa digunakan di kasus-kasus tertentu. Jadinya kata tersebut sering disalahgunakan, yaitu digunakan tidak pada tempatnya.

Cara memanggil “kamu” yang benar di bahasa Jepang


Tentu setiap bahasa ada untuk memfasilitasi interaksi antar dua orang. Oleh karenanya, pastilah ada konsep “aku” dan “kamu”. Namun di bahasa Jepang, menyebut anata (kamu) adalah cara yang terlalu langsung sehingga terdengar vulgar atau tidak sopan. Ini seakan-akan kamu menunjuk persis ke wajahnya sambil mengatakan “kamu!”. Kalau digunakan dengan teman mungkin dia tidak akan marah, tapi paling tidak hal tersebut tetap akan terdengar aneh.



Kalau kita memang perlu mengacu pada lawan bicara, cara yang sopan dan paling alami adalah dengan menyebut nama orangnya dengan ditambah akhiran yang bersesuaian. Akhiran-akhiran tersebut misalnya san (akhiran sopan umum), sensei (guru, dokter, dsb.), dan chan (untuk anak kecil atau teman dekat perempuan). Contohnya adalah Takahashi-sensei, Tanaka-san, dan San-chan. Umumnya kita menggunakan nama keluarga (Tanaka Reina, Fujimoto Miki, dsb) kecuali kalau kita sudah kenal dekat orangnya.

Inilah contohnya (yang merah contoh salah):
あなたはいつ帰りますか(誤)
anata wa itsu kaerimasu ka (salah)

新垣さんはいつ帰りますか
niigaki-san wa itsu kaerimasu ka
Kapan anda (Niigaki-san) pulang?

-------------------

いつ (itsu) : kapan
帰る (kaeru) : pulang

Cara lain untuk mengacu lawan bicara adalah dengan hanya menyebut gelar atau jabatannya. Contohnya adalah sensei (guru) dan shachou (pemimpin perusahaan). Ini contohnya:
あなたはジャズが好きですか(誤)
anata wa jazu ga suki desu ka (salah)

先生はジャズが好きですか
sensei wa jazu ga suki desu ka

Apakah bapak (guru) suka Jazz?

-----------------

ジャズ (jazu) : Jazz
好き (suki) : suka

Tidak memanggil “kamu” sama sekali

Tentu saja kalau konteksnya sudah jelas, kita bisa saja membuat kalimat benar tanpa menggunakan “kamu” sama sekali. Contohnya kalimat di atas akan menjadi seperti ini:
いつ帰りますか
itsu kaerimasu ka
Pulangnya kapan?

Perhatikan bahwa di bahasa Indonesia pun kita juga bisa membuat kalimat-kalimat tanpa “kamu”. Contoh bahasa Indonesia lainnya misalnya “Mau pergi ke mana?”, “Tinggalnya di mana?”, dan “Lagi baca apa?”. Jadi ini bukanlah konsep yang aneh.

Ini terutama berguna kalau kita bicara dengan orang yang tak dikenal misalnya, karena tentu kita belum tahu namanya. Ini beberapa contohnya:
すみません、あなたは橋本さんですか(誤)
sumimasen, anata wa hashimoto-san desu ka (salah)

すみません、橋本さんですか
sumimasen, hashimoto-san desu ka
Maaf, Pak Hashimoto bukan ya?

-----------------

すみません (sumimasen) : maaf

あたなの名前は何ですか(誤)
anata no namae wa nan desu ka (salah)

お名前は何ですか
onamae wa nan desu ka
Namanya siapa ya?

------------------

名前 (namae) : nama
何 (nan) : apa

Karena kita mengacu pada “nama” lawan bicara, akan lebih sopan jika digunakan awalan o- (sehingga menjadi onamae) seperti pada contoh.
Kapan anata digunakan?

Kalau anata sebegitu tabunya, untuk apa ada kata ini? Tentu saja, terdapat kasus-kasus khusus di mana kita bisa menggunakannya.

anata digunakan misalnya di angket, formulir, atau iklan. Di kasus-kasus tersebut anata bisa digunakan karena kita tidak mungkin mengenal nama orangnya dan karena kita tidak bertatap muka dengan orangnya secara langsung.

あなたの本を出版します
anata no hon o shuppan shimasu
Kami akan menerbitkan bukumu!

-----------------

本 (hon) : buku
出版 (shuppan) : publikasi, penerbitan

Berikut adalah contoh dari form registrasi di Internet:
ぷっちょ会員登録が完了すると、あなたのメールに登録完
了 メールが送られています
puccho kaiin touroku ga kanryou suru to, anata no meeru ni touroku kanryou meeru ga okurarete imasu.

Jika proses registrasi anggota Puccho telah selesai, email pemberitahuan (mengenai selesainya proses registrasi) akan dikirimkan ke alamat email kamu

-----------------

会員 (kaiin) : anggota
登録 (touroku) : pendaftaran
完了 (kanryou) : selesai
メール (meeru) : email
送る (okuru) : mengirim

anata juga bisa digunakan di lagu, karena pada lagu kita sebetulnya tidak berbicara langsung dengan orang yang dimaksud. Pada bagian-bagian yang menggunakan anata umumnya sang penyanyi sedang berbicara (berkisah) sendiri, atau sekedar menumpahkan perasaannya pada lagu.
あなたが好き (Kokuhaku no Funsui Hiroba)
anata ga suki
Aku cinta kamu

------------------

好き (suki) : cinta, suka

そう、今すぐあなたに会いたいよ
sou, ima sugu anata ni aitai yo
Ya, aku ingin bertemu denganmu sekarang juga

------------------

そう (sou) : iya, betul
今すぐ (ima sugu) : saat ini juga, sekarang juga
会う (au) : bertemu

Kalau kita berbicara langsung dengan orangnya, maka yang lebih alami adalah hanya “suki” dan “ima sugu aitai yo” atau menggunakan nama orangnya misalnya “ima sugu Rima-kun ni aitai yo“.

Terakhir, di film-film kamu mungkin akan menemukan istri memanggil suaminya anata. Itu adalah sebutan sayang istri kepada suami walaupun hal tersebut kini terdengar cukup kuno. Artinya di sini bukan “kamu”, tapi lebih ke arah “sayangku” atau “suamiku sayang”.
anata sepertinya banyak disalahgunakan oleh pemula karena pengaruh bahasa Inggris. Saat belajar bahasa Inggris, kita dibiasakan (terpaksa) untuk menggunakan kata “you”. Bayangkan saja kalimat seperti “Do you like Jazz” dan “I love you” yang mau tidak mau harus menggunakan “you”. Oleh karenanya, saat belajar bahasa Jepang yang juga merupakan bahasa asing para pemula cenderung terjebak untuk menggunakan anata.

Padahal seperti telah kita bahas, menggunakan anata kemungkinan besar akan terdengar aneh atau malah tidak sopan. Bahasa Jepang bukan bahasa Inggris, jadi kita harus tahu beda penggunaan kata-katanya. Oleh karenanya berhati-hatilah dan cobalah gunakan tips-tips di artikel ini untuk mengakali kalimatmu agar tidak menggunakan anata.

Agar tidak terlalu panjang, untuk saat ini pembahasannya akan kita akhiri. Namun topik anata ini masih akan kita lanjutkan lagi kapan-kapan. Kalau kamu termasuk orang yang terkena sindrom menggunakan anata kapanpun dan di manapun, semoga artikel ini berguna! Mata kondo! 

Senin, 05 Maret 2012

Cara memanggil orang memakai Bahasa Jepang


Ada beberapa cara untuk memanggil orang lain dalam Bahasa Jepang. Cara memanggil tersebut dipengaruhi tingkat kedekatan/keakraban dengan lawan bicara, faktor usia, kedudukan dalam suatu organisasi, dan senioritas.
Secara umum ada beberapa kata yang bisa ditambahkan di belakang nama seseorang.

1. SAN
Bisa diartikan Saudari, Saudari, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Nona dsb. Kita bisa menambahkan SAN pada nama orang lain baik laki-laki maupun perempuan untuk memberi kesan kita menghormati dia. FIKA-san = saudara FIKA, TANAKA-san = tuan TANAKA dsb.

2. SAMA
Lebih tinggi dan lebih sopan daripada SAN. Dipakai untuk menyebut kaisar, raja, Tuhan dan orang-orang yang sangat dihormati. OOSAMA = raja, KAMISAMA = Tuhan, SUKARTO-sama = Bapak Sukarto dsb.

3. KUN
Digunakan untuk memanggil orang yang sudah sangat akrab dengan kita (khusus jika yang kita panggil adalah laki-laki), bisa juga untuk memanggil anak laki-laki yang lebih muda dari kita. Di Jepang, KUN biasa digunakan dibelakang NAMAE (given name, nama diri sendiri), bukan dibelakang MYOUJI (atau family name / nama keluarga) (walaupun ada juga yang pake MYOUJI + KUN tapi dikit banget). Kalau namanya TEPPEI KOIKE, maka kita bisa manggil dia KOIKE-san atau TEPPEI-san, atau kalau sudah akrab bisa manggil pakai TEPPEI-kun. Jangan sembarangan pakai KUN ke orang yang belum akrab ya. Bukannya apa-apa, daripada dapat tamparan lebih baik kan manggil dengan yang lebih sopan, hehehe.

4. CHAN
CHAN biasa dipakai di belakang NAMAE. Digunakan untuk memanggil anak kecil dan mempunyai kesan yang dipanggil tuh masih imut-imut. Pernah dengar kan, SHIN-CHAN, MARUKO-CHAN dsb. Selain itu ketika orang Jepang manggil cowok atau ceweknya biasa juga pake CHAN. Kalo namanya TETSUYA bisa disingkat jadi TET-CHAN artinya kira-kira TETSU sayang, gitu hehehehe ^0^

Selain menambahkan beberapa kata di atas di belakang nama orang lain, bisa juga kita manggil orang lain pake nama jabatannya. Yang paling sering dipake antara lain:

1. SHACHOU
Artinya direktur perusahaan.
2. BUCHOU
Berarti manager / kepala bagian. Bisa juga kita nambahkan MYOUJI-nya di depan. Kalo yang belajar pake Minna no Nihongo pasti ga asing dengan nama Matsumoto-Buchou.
3. SENSEI
Di depannya bisa kita tambahkan nama, atau langsung menyebut dengan SENSEI saja. Selain untuk memanggil guru atau dosen kita, kata sensei juga dipakai untuk memanggil orang yang telah mengajari kita sesuatu pengetahuan baru, apa saja (jadi, panggil saya YUME SENSEI ya ^_^ ) Sensei juga dipakai untuk memanggil dokter, pengacara, komikus, dan orang-orang yang dianggap sangat kompeten di bidangnya.

4. SENPAI
Artinya senior. Orang Jepang sangat menjunjung senioritas baik di sekolah, tempat kerja maupun organisasi lain. Makanya banyak anak sekolah yang tunduk dan ga berani macem-macem sama seniornya (bahkan sampai ada kekerasan dan pelecehan yang ga terungkap cuma karena takut sama seniornya lho, dan kasus kayak gitu ga cuma satu dua). Sama seperti SENSEI kata SENPAI bisa langsung digunakan, atau menambahkan nama di depannya.

Ada lagi cara memanggil orang lain menggunakan jenis pekerjaan / bidangnya + SAN, contohnya:

1. TAIKO-SAN
Untuk memanggil orang yang suka main taiko / drum Jepang.
2. SHACHOU-SAN
Untuk memanggil pimpinan perusahaan kita.
3. OMAWARI-SAN
Untuk memanggil orang yang suka berputar-putar, hehehe, kalau disini maksudnya polisi (kan suka patroli).
4. KONPYUUTAA-SAN
Untuk memanggil orang yang kerja di bagian komputer, dsb.

Kamis, 23 Februari 2012

Salam Ungkapan dalam Bahasa Jepang


有難う御座います– Arigatou Gozaimasu

頂ます | 戴きます – Itadakimasu – Ucapan ketika akan mulai makan / minum

ごちそうさまでした – Gochisousama deshita – Ucapan ketika selesai makan / minum

行って来ます – Ittekimasu – Saya berangkat

いって(い)らっしゃい – Itte(i)rasshai – Silakan berangkat

いらっしゃいませ – Irasshaimase – Selamat datang

ただいま – Tadaima – Saya kembali

お帰りなさい – Okaerinasai – Selamat datang kembali

ご免ください – Gomen kudasai – Permisi

お世話になります – Osewani narimasu – Telah merepotkan

お願いします – Onegai shimasu – Tolong

お早うございます – Ohayou gozaimasu

今日は – Konnichiwa

今晩は – Konbanwa

お久しぶりです – Ohisashiburi desu

新年おめでとうございます Shinnen omedetou gozaimasu “Selamat tahun baru” 

ご結婚おめでとうございます Go-kekkon omedetou gozaimasu “Selamat Menikah” 誕生日

おめでとうございます Tanjoubi omedetou gozaimasu “Selamat ulang tahun”  

バランおめでとうございます Rubaran omedetou gozaimasu “Selamat Lebaran”

Sabtu, 09 Juli 2011

Huruf Hiragana (ひらがな) dan Huruf Katakana

Hiragana

Hiragana (ひらがな、平仮名) adalah suatu cara penulisan bahasa Jepang dan mewakili sebutan sukukata. Pada masa silam, ia juga dikenali sebagai onna de (女手) atau 'tulisan wanita' karena biasa digunakan oleh kaum wanita. Kaum lelaki pada masa itu menulis menggunakan tulisan Kanji dan Katakana. Hiragana mula digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi.

Kegunaan Hiragana
 menulis akhiran kata (okurigana, 送り仮名). Contoh: okuru (mengirim) ditulis: 送る. Yang bercetak tebal itulah okurigana.
 menulis kata keterangan (adverb), beberapa kata benda (noun) dan kata sifat (adjektif).
 perkataan-perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui atau sudah lama tidak digunakan.
 menulis bahan bacaan anak-anak seperti buku teks, animasi dan komik (manga).
 menulis furigana, dikenal juga dengan rubi, yaitu teks kecil di atas kanji, yang menandakan bagaimana suatu kata dibaca. Misalnya:
べんきょう
勉強 する

Berikut adalah tabel yang menampilkan daftar huruf-huruf hiragana beserta romanisasi Hepburnnya:


Katakana

Katakana adalah salah satu daripada tiga cara penulisan bahasa Jepang. Katakana biasanya digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang (外来語/gairaigo)selain itu juga digunakan untuk menuliskan onomatope dan kata-kata asli bahasa Jepang, hal ini hanya bersifat penegasan saja.


Tabel pertama ini berisi huruf-huruf katakana standar. Jika komputer Anda tidak mempunyai font bahasa Jepang, lihat tabel ketiga untuk huruf-huruf dasar.



Nama Jepang (日本名)

Apa nama Jepang mu?
coba kamu rangkai nama mu dengan huruf dibawah ini, mungkin nama kamu akan menjadi panjang............jadi kagak usah kaget y? hihihi#~~~~~


> A- ka か
> B- zu ず
> C- mi み
> D- te て
> E- ku く
> F- lu/ru る
> G- ji じ
> H- ri り
> I- ki き
> J- zu ず
> K- me め
> L- ta た
> M- rin りん
> N- to と
> O- mo も
> P- no の
> Q- ke け
> R- shi し
> S- ari あり
> T- chi ち
> U- do ど
> V- ru る
> W- mei めい
> X- na な
> Y- fu ふ
> Z- zi じ/ぢ

pastinya ada yg kagak nyambung? :D

dari pada binggung binggung mending liat aj deh tabel huruf hiraganan nya? :)))



selamat mencoba#~~~~~~

Kamis, 03 Maret 2011

Huruf Hiragana dan Katakana

Hiragana

Hiragana (ひらがな、平仮名) adalah suatu cara penulisan bahasa Jepang dan mewakili sebutan sukukata. Pada masa silam, ia juga dikenali sebagai onna de (女手) atau 'tulisan wanita' karena biasa digunakan oleh kaum wanita. Kaum lelaki pada masa itu menulis menggunakan tulisan Kanji dan Katakana. Hiragana mula digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi.

Kegunaan Hiragana
 menulis akhiran kata (okurigana, 送り仮名). Contoh: okuru (mengirim) ditulis: 送る. Yang bercetak tebal itulah okurigana.
 menulis kata keterangan (adverb), beberapa kata benda (noun) dan kata sifat (adjektif).
 perkataan-perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui atau sudah lama tidak digunakan.
 menulis bahan bacaan anak-anak seperti buku teks, animasi dan komik (manga).
 menulis furigana, dikenal juga dengan rubi, yaitu teks kecil di atas kanji, yang menandakan bagaimana suatu kata dibaca. Misalnya:
べんきょう
勉強 する

Berikut adalah tabel yang menampilkan daftar huruf-huruf hiragana beserta romanisasi:





Katakana

Katakana adalah salah satu daripada tiga cara penulisan bahasa Jepang. Katakana biasanya digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang (外来語/gairaigo)selain itu juga digunakan untuk menuliskan onomatope dan kata-kata asli bahasa Jepang, hal ini hanya bersifat penegasan saja.


Tabel pertama ini berisi huruf-huruf katakana standar. Jika komputer Anda tidak mempunyai font bahasa Jepang, lihat tabel ketiga untuk huruf-huruf dasar. (huruf dalam warna merah tidak digunakan):