\(^_^)/ . . . . . Irrashaimase To My Blog . . . . . \(^_^)/
Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

Kata yang Paling Berbahaya Dalam Bahasa Jepang



Kalau di bahasa Jepang ada gelar “kata paling berbahaya”, maka tidak diragukan lagi bahwa yang paling pantas menyandangnya adalah kata “anata“. anata adalah kata ganti orang kedua, jadi dia berarti semacam “anda” atau “kamu”. Dilihat sekilas, sepertinya itu kata yang normal dan bukan kata umpatan atau semacamnya. Tapi kenapa dia berbahaya?

Ini berhubungan dengan masalah sopan-santun dan kalimat yang alami di bahasa Jepang. anata sering dianggap sebagai kata normal oleh pemula, jadi pemula akan menggunakannya secara bebas dan sering. Padahal anata hanya bisa digunakan di kasus-kasus tertentu. Jadinya kata tersebut sering disalahgunakan, yaitu digunakan tidak pada tempatnya.

Cara memanggil “kamu” yang benar di bahasa Jepang


Tentu setiap bahasa ada untuk memfasilitasi interaksi antar dua orang. Oleh karenanya, pastilah ada konsep “aku” dan “kamu”. Namun di bahasa Jepang, menyebut anata (kamu) adalah cara yang terlalu langsung sehingga terdengar vulgar atau tidak sopan. Ini seakan-akan kamu menunjuk persis ke wajahnya sambil mengatakan “kamu!”. Kalau digunakan dengan teman mungkin dia tidak akan marah, tapi paling tidak hal tersebut tetap akan terdengar aneh.



Kalau kita memang perlu mengacu pada lawan bicara, cara yang sopan dan paling alami adalah dengan menyebut nama orangnya dengan ditambah akhiran yang bersesuaian. Akhiran-akhiran tersebut misalnya san (akhiran sopan umum), sensei (guru, dokter, dsb.), dan chan (untuk anak kecil atau teman dekat perempuan). Contohnya adalah Takahashi-sensei, Tanaka-san, dan San-chan. Umumnya kita menggunakan nama keluarga (Tanaka Reina, Fujimoto Miki, dsb) kecuali kalau kita sudah kenal dekat orangnya.

Inilah contohnya (yang merah contoh salah):
あなたはいつ帰りますか(誤)。
anata wa itsu kaerimasu ka (salah)

新垣さんはいつ帰りますか。
niigaki-san wa itsu kaerimasu ka
Kapan anda (Niigaki-san) pulang?

-------------------

いつ (itsu) : kapan
帰る (kaeru) : pulang

Cara lain untuk mengacu lawan bicara adalah dengan hanya menyebut gelar atau jabatannya. Contohnya adalah sensei (guru) dan shachou (pemimpin perusahaan). Ini contohnya:
あなたはジャズが好きですか(誤)。
anata wa jazu ga suki desu ka (salah)

先生はジャズが好きですか。
sensei wa jazu ga suki desu ka

Apakah bapak (guru) suka Jazz?

-----------------

ジャズ (jazu) : Jazz
好き (suki) : suka

Tidak memanggil “kamu” sama sekali

Tentu saja kalau konteksnya sudah jelas, kita bisa saja membuat kalimat benar tanpa menggunakan “kamu” sama sekali. Contohnya kalimat di atas akan menjadi seperti ini:
いつ帰りますか。
itsu kaerimasu ka
Pulangnya kapan?

Perhatikan bahwa di bahasa Indonesia pun kita juga bisa membuat kalimat-kalimat tanpa “kamu”. Contoh bahasa Indonesia lainnya misalnya “Mau pergi ke mana?”, “Tinggalnya di mana?”, dan “Lagi baca apa?”. Jadi ini bukanlah konsep yang aneh.

Ini terutama berguna kalau kita bicara dengan orang yang tak dikenal misalnya, karena tentu kita belum tahu namanya. Ini beberapa contohnya:
すみません、あなたは橋本さんですか(誤)。
sumimasen, anata wa hashimoto-san desu ka (salah)

すみません、橋本さんですか。
sumimasen, hashimoto-san desu ka
Maaf, Pak Hashimoto bukan ya?

-----------------

すみません (sumimasen) : maaf

あたなの名前は何ですか(誤)。
anata no namae wa nan desu ka (salah)

お名前は何ですか
onamae wa nan desu ka
Namanya siapa ya?

------------------

名前 (namae) : nama
何 (nan) : apa

Karena kita mengacu pada “nama” lawan bicara, akan lebih sopan jika digunakan awalan o- (sehingga menjadi onamae) seperti pada contoh.
Kapan anata digunakan?

Kalau anata sebegitu tabunya, untuk apa ada kata ini? Tentu saja, terdapat kasus-kasus khusus di mana kita bisa menggunakannya.

anata digunakan misalnya di angket, formulir, atau iklan. Di kasus-kasus tersebut anata bisa digunakan karena kita tidak mungkin mengenal nama orangnya dan karena kita tidak bertatap muka dengan orangnya secara langsung.

あなたの本を出版します。
anata no hon o shuppan shimasu
Kami akan menerbitkan bukumu!

-----------------

本 (hon) : buku
出版 (shuppan) : publikasi, penerbitan

Berikut adalah contoh dari form registrasi di Internet:
ぷっちょ会員登録が完了すると、あなたのメールに登録完
了 メールが送られています。
puccho kaiin touroku ga kanryou suru to, anata no meeru ni touroku kanryou meeru ga okurarete imasu.

Jika proses registrasi anggota Puccho telah selesai, email pemberitahuan (mengenai selesainya proses registrasi) akan dikirimkan ke alamat email kamu

-----------------

会員 (kaiin) : anggota
登録 (touroku) : pendaftaran
完了 (kanryou) : selesai
メール (meeru) : email
送る (okuru) : mengirim

anata juga bisa digunakan di lagu, karena pada lagu kita sebetulnya tidak berbicara langsung dengan orang yang dimaksud. Pada bagian-bagian yang menggunakan anata umumnya sang penyanyi sedang berbicara (berkisah) sendiri, atau sekedar menumpahkan perasaannya pada lagu.
あなたが好き (Kokuhaku no Funsui Hiroba)
anata ga suki
Aku cinta kamu

------------------

好き (suki) : cinta, suka

そう、今すぐあなたに会いたいよ。
sou, ima sugu anata ni aitai yo
Ya, aku ingin bertemu denganmu sekarang juga

------------------

そう (sou) : iya, betul
今すぐ (ima sugu) : saat ini juga, sekarang juga
会う (au) : bertemu

Kalau kita berbicara langsung dengan orangnya, maka yang lebih alami adalah hanya “suki” dan “ima sugu aitai yo” atau menggunakan nama orangnya misalnya “ima sugu Rima-kun ni aitai yo“.

Terakhir, di film-film kamu mungkin akan menemukan istri memanggil suaminya anata. Itu adalah sebutan sayang istri kepada suami walaupun hal tersebut kini terdengar cukup kuno. Artinya di sini bukan “kamu”, tapi lebih ke arah “sayangku” atau “suamiku sayang”.
anata sepertinya banyak disalahgunakan oleh pemula karena pengaruh bahasa Inggris. Saat belajar bahasa Inggris, kita dibiasakan (terpaksa) untuk menggunakan kata “you”. Bayangkan saja kalimat seperti “Do you like Jazz” dan “I love you” yang mau tidak mau harus menggunakan “you”. Oleh karenanya, saat belajar bahasa Jepang yang juga merupakan bahasa asing para pemula cenderung terjebak untuk menggunakan anata.

Padahal seperti telah kita bahas, menggunakan anata kemungkinan besar akan terdengar aneh atau malah tidak sopan. Bahasa Jepang bukan bahasa Inggris, jadi kita harus tahu beda penggunaan kata-katanya. Oleh karenanya berhati-hatilah dan cobalah gunakan tips-tips di artikel ini untuk mengakali kalimatmu agar tidak menggunakan anata.

Agar tidak terlalu panjang, untuk saat ini pembahasannya akan kita akhiri. Namun topik anata ini masih akan kita lanjutkan lagi kapan-kapan. Kalau kamu termasuk orang yang terkena sindrom menggunakan anata kapanpun dan di manapun, semoga artikel ini berguna! Mata kondo! 

Senin, 05 Maret 2012

Cara memanggil orang memakai Bahasa Jepang


Ada beberapa cara untuk memanggil orang lain dalam Bahasa Jepang. Cara memanggil tersebut dipengaruhi tingkat kedekatan/keakraban dengan lawan bicara, faktor usia, kedudukan dalam suatu organisasi, dan senioritas.
Secara umum ada beberapa kata yang bisa ditambahkan di belakang nama seseorang.

1. SAN
Bisa diartikan Saudari, Saudari, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Nona dsb. Kita bisa menambahkan SAN pada nama orang lain baik laki-laki maupun perempuan untuk memberi kesan kita menghormati dia. FIKA-san = saudara FIKA, TANAKA-san = tuan TANAKA dsb.

2. SAMA
Lebih tinggi dan lebih sopan daripada SAN. Dipakai untuk menyebut kaisar, raja, Tuhan dan orang-orang yang sangat dihormati. OOSAMA = raja, KAMISAMA = Tuhan, SUKARTO-sama = Bapak Sukarto dsb.

3. KUN
Digunakan untuk memanggil orang yang sudah sangat akrab dengan kita (khusus jika yang kita panggil adalah laki-laki), bisa juga untuk memanggil anak laki-laki yang lebih muda dari kita. Di Jepang, KUN biasa digunakan dibelakang NAMAE (given name, nama diri sendiri), bukan dibelakang MYOUJI (atau family name / nama keluarga) (walaupun ada juga yang pake MYOUJI + KUN tapi dikit banget). Kalau namanya TEPPEI KOIKE, maka kita bisa manggil dia KOIKE-san atau TEPPEI-san, atau kalau sudah akrab bisa manggil pakai TEPPEI-kun. Jangan sembarangan pakai KUN ke orang yang belum akrab ya. Bukannya apa-apa, daripada dapat tamparan lebih baik kan manggil dengan yang lebih sopan, hehehe.

4. CHAN
CHAN biasa dipakai di belakang NAMAE. Digunakan untuk memanggil anak kecil dan mempunyai kesan yang dipanggil tuh masih imut-imut. Pernah dengar kan, SHIN-CHAN, MARUKO-CHAN dsb. Selain itu ketika orang Jepang manggil cowok atau ceweknya biasa juga pake CHAN. Kalo namanya TETSUYA bisa disingkat jadi TET-CHAN artinya kira-kira TETSU sayang, gitu hehehehe ^0^

Selain menambahkan beberapa kata di atas di belakang nama orang lain, bisa juga kita manggil orang lain pake nama jabatannya. Yang paling sering dipake antara lain:

1. SHACHOU
Artinya direktur perusahaan.
2. BUCHOU
Berarti manager / kepala bagian. Bisa juga kita nambahkan MYOUJI-nya di depan. Kalo yang belajar pake Minna no Nihongo pasti ga asing dengan nama Matsumoto-Buchou.
3. SENSEI
Di depannya bisa kita tambahkan nama, atau langsung menyebut dengan SENSEI saja. Selain untuk memanggil guru atau dosen kita, kata sensei juga dipakai untuk memanggil orang yang telah mengajari kita sesuatu pengetahuan baru, apa saja (jadi, panggil saya YUME SENSEI ya ^_^ ) Sensei juga dipakai untuk memanggil dokter, pengacara, komikus, dan orang-orang yang dianggap sangat kompeten di bidangnya.

4. SENPAI
Artinya senior. Orang Jepang sangat menjunjung senioritas baik di sekolah, tempat kerja maupun organisasi lain. Makanya banyak anak sekolah yang tunduk dan ga berani macem-macem sama seniornya (bahkan sampai ada kekerasan dan pelecehan yang ga terungkap cuma karena takut sama seniornya lho, dan kasus kayak gitu ga cuma satu dua). Sama seperti SENSEI kata SENPAI bisa langsung digunakan, atau menambahkan nama di depannya.

Ada lagi cara memanggil orang lain menggunakan jenis pekerjaan / bidangnya + SAN, contohnya:

1. TAIKO-SAN
Untuk memanggil orang yang suka main taiko / drum Jepang.
2. SHACHOU-SAN
Untuk memanggil pimpinan perusahaan kita.
3. OMAWARI-SAN
Untuk memanggil orang yang suka berputar-putar, hehehe, kalau disini maksudnya polisi (kan suka patroli).
4. KONPYUUTAA-SAN
Untuk memanggil orang yang kerja di bagian komputer, dsb.

Senin, 27 Februari 2012

Nama Jepang

-->

Berdasarkan Tanggal Lahir yaitu:

  • Tahun → Nama Depan 
  • Tanggal (日) → Nama Tengah
  • Bulan → Nama Belakang



≈ Tahun → di ambil angka terakhir
0 ~ Sakurai
1 ~ Momo
2 ~ Ginichi
3 ~ Kugou
4 ~ Hideyashu
5 ~ Zen
6 ~ Koukei
7 ~ Sikaku
8 ~ Komozaku
9 ~ Shinji

≈ Tanggal

1 ~ Mitsu
2 ~ Kou
3 ~ Mina
4 ~ Ikki
5 ~ Sudo
6 ~ Zen
7 ~ Shika
8 ~ Kage
9 ~ Kaze
10 ~ Kimi
11 ~ Gaka
12 ~ Shu
13 ~ Hi
14 ~ Kumo
15 ~ Shimi
16 ~ Haru
17 ~ Koda
18 ~ Shon
19 ~ Yama
20 ~ Bon
21 ~ Uzu
22 ~ Shin
23 ~ Yumi
24 ~ Gyn
25 ~ Shige
26 ~ Ran
27 ~ Shou
28 ~ Geru
29 ~ Neko
30 ~ Janko
31 ~ To

≈ Bulan
→ Onna (perempuan)
→ Otoko (laki laki)
1 ~ Rinko
2 ~ Ki
3 ~ Mira
4 ~ Ri
5 ~ Miki
6 ~ Mi
7 ~ Ringo
8 ~ Ko
9 ~ Mori
10 ~ Suki
11 ~ Muki
12 ~ Yukin
1 ~ Kon
2 ~ Tora
3 ~ Ko
4 ~ Mosa
5 ~ Rou
6 ~ Tou
7 ~ Koda
8 ~ Yori
9 ~ Da
10 ~ Raku
11 ~ Ka
12 ~ Jin

Contoh (みほん → Mihon) :

  1. 22 Agustus 1992 → Ginichi Shinko
  2. 25 Mei 2000 → Sakurai Shigerou
Selamat mencoba. . . . . .
^^



Kamis, 23 Februari 2012

Salam Ungkapan dalam Bahasa Jepang


有難う御座います– Arigatou Gozaimasu

頂ます | 戴きます – Itadakimasu – Ucapan ketika akan mulai makan / minum

ごちそうさまでした – Gochisousama deshita – Ucapan ketika selesai makan / minum

行って来ます – Ittekimasu – Saya berangkat

いって(い)らっしゃい – Itte(i)rasshai – Silakan berangkat

いらっしゃいませ – Irasshaimase – Selamat datang

ただいま – Tadaima – Saya kembali

お帰りなさい – Okaerinasai – Selamat datang kembali

ご免ください – Gomen kudasai – Permisi

お世話になります – Osewani narimasu – Telah merepotkan

お願いします – Onegai shimasu – Tolong

お早うございます – Ohayou gozaimasu

今日は – Konnichiwa

今晩は – Konbanwa

お久しぶりです – Ohisashiburi desu

新年おめでとうございます Shinnen omedetou gozaimasu “Selamat tahun baru” 

ご結婚おめでとうございます Go-kekkon omedetou gozaimasu “Selamat Menikah” 誕生日

おめでとうございます Tanjoubi omedetou gozaimasu “Selamat ulang tahun”  

バランおめでとうございます Rubaran omedetou gozaimasu “Selamat Lebaran”

Rabu, 25 Januari 2012

Robot Terunik Di Jepang

Teknologi robot makin berkembang dengan kemampuan meniru gerakan manusia (humanoid) yang makin disempurnakan. Tidak hanya gerakan manusia, hewan piaraan pun ditiru dengan kemampuan yang mirip aslinya. Tentu saja robot-robot ini tidak bisa menggantikan keberadaan manusia atau hewan piaraan, tapi setidaknya sudah terbukti mampu membantu berbagai macam pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia dan bahkan mampu menjadi entertainer sebagai penari misalnya.

∆ Murataseiko-chan: Robot Sepeda Satu Roda 

Produsen alat elektronik Murata Manufacturing Co., Ltd., pencipta robot "Murata Boy" yang populer, membuat robot dengan kemampuan menyeimbangkan dirinya sendiri yang diberi nama “Murata Seiko-chan.” Tidak hanya menyeimbangkan dirinya saat mundur dan maju, tapi juga mendeteksi halangan dengan sensor-sensornya dan bergerak mendahului atau memutarinya. Robot dengan tinggi 50 cm dan berat 5 kg ini dilengkapi dengan bluetooth dan kamera yang mengirim sinyal video live.

∆ Toyota's Humanoid: robot pemain biola 

Toyota baru-baru ini memperkenalkan robot baru yang mampu bermain biola. Meski permainannya belum terdengar sempurna, robot dengan tinggi 1,5 m ini mampu memainkan "Pomp dan Circumstance" dari Elgar tanpa salah.

∆ Robot Aiko

Robot bernama Aiko ini tak hanya cantik parasnya, tapi juga pintar. Aiko sengaja diciptakan oleh seorang ilmuwan di Kanada bernama Le Trung untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Robot ini memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang serta mampu memecahkan soal-soal matematika. Trung mengklaim bahwa Aiko bisa memahami dan mengatakan 13.000 kalimat dalam bahasa Inggris dan Jepang. Aiko terus disempurnakan agar siap menjadi pendamping yang sempurna untuknya.

∆ HRP-4C

Satu lagi robot humanoid Jepang yang mengundang decak kagum, yakni HRP-4C. Robot cantik ini memulai debutnya sebagai model yang berlenggak-lenggok di catwalk. Robot ini terinspirasi dari karakter di komik manga. Setelah menapaki karir di dunia fashion, robot dengan tinggi 158 cm ini pun kembali mencuat dengan menjadi model baju pernikahan. Robot ini berdandan cantik layaknya mempelai wanita dalam perhelatan bertajuk 2009 Yumi Katsura Paris Grand Collection di Osaka, Jepang. Gerak tubuhnya pun luwes, lemah gemulai bak seorang model manusia. Robot ini diharapkan dapat terus eksis di dunia fashion dan hiburan.

∆ Robot Motoman : Robot yang Pandai Memasak Okonomiyaki 

Robot MotoMan SDA1 dari perusahaan Yaskawa Electric, Jepang adalah robot yang juga bisa memasak makananan yang digemari di Jepang yaitu Okonomiyaki (mungkin di Indonesia mirip dengan martabak telor). Sebenarnya robot ini sendiri diciptakan untuk merakit kamera digital disposable tetapi ternyata robot ini juga pintar untuk membuat okonomiyaki. Robot ini mempunyai tinggi 135cm dan berat 220 kg mempunyai 2 tangan yang cukup panjang sehingga mempunyai jangkauan yang luas. Seberapa hebatnya robot ini?? Lihat saja video berikut ini dimana sang robot dengan cekatannya merakit (assemble) kamera digital.

∆ Yaskawa-kun: Robot penjual es krim di Jepang 

Melihat penjual es krim saja semua anak pasti senang, apalagi yang jualnya itu sebuah robot yang lucu Yaskawa-kun adalah sebuah robot penjual es krim yang sedang menjual es krimnya di sebuah theme park di Jepang, tepatnya di Tokyo Summerland. Sama seperti dilayani orang, Yaskawa-Kun akan langsung membuat pesanan es krim bila anda sudah memilih jenis es krim dan juga membayarnya tentu saja. Bedanya, anda bisa memilih es krim melalui layar sentuh yang ada. Lihat videonya, keren juga ternyata.

Kamis, 04 Agustus 2011

Profile Negara Jepang



Hari Olahraga dan Kesehatan (体育の日 Taiiku no hi?) adalah hari libur resmi di Jepang. Menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō), hari ini digunakan untuk "menumbuhkan rasa cinta pada olahraga, membentuk jiwa dan raga yang sehat".
Pada mulanya, hari libur ini ditetapkan tanggal 10 Oktober untuk memperingati hari upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 1964, tapi diubah menjadi hari Senin minggu kedua di bulan Oktober sejak diberlakukan Sistem Happy Monday


Sistem Happy Monday

Sistem Happy Monday (ハッピーマンデー制度 Happī mandē seido?) adalah keputusan pemerintah Jepang untuk memindahkan sejumlah hari libur nasional ke hari Senin sehingga libur akhir pekan bertambah panjang. Hari libur tidak dipindahkan ke hari Senin yang terdekat, melainkan ke hari Senin minggu tertentu mengikuti sistem yang digunakan di Amerika Serikat.

Hari Kedewasaan dan Hari Olahraga dan Kesehatan dipindahkan ke hari Senin berdasarkan undang-undang hari libur Jepang No. 141 tahun 1998, sedangkan Hari Laut dan Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia dipindahkan ke hari Senin berdasarkan UU No. 59 tahun 2001.

Hari libur yang dipindahkan
Hari Kedewasaan (15 Januari), dipindahkan ke Senin minggu ke-2 bulan Januari (sejak tahun 2000)
Hari Laut (20 Juli), dipindahkan ke Senin minggu ke-2 bulan Juli (sejak tahun 2003)

Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia (15 September) dipindahkan ke Senin minggu ke-3 bulan September (sejak tahun 2003)
Hari Olahraga dan Kesehatan (10 Oktober) dipindahkan ke Senin minggu ke-2 bulan Oktober (sejak tahun 2000)


yang memindahkan sebagian hari libur ke hari Senin agar libur akhir pekan bertambah panjang.

Tradisi
Di Hari Olahraga dan Kesehatan, pemakai berbagai sarana olahraga bisa menggunakan fasilitas secara gratis atau mendapat potongan harga. Di lingkungan sekolah terdapat tradisi mengadakan pertandingan (Undō-kai) antarsiswa yang dibagi menjadi dua kubu (merah dan putih) atau empat kubu (utara, selatan, barat, timur). Pertandingan yang dilakukan bisa beraneka macam, mulai dari lari, lari estafet, lari menghindari rintangan, hingga perlombaan tarik tambang, memasukkan bola dari kain ke dalam keranjang, atau mendorong-dorong bola yang berukuran sangat besar. Di kantor-kantor atau lingkungan tempat tinggal sering diadakan perlombaan yang bisa membuat orang tertawa, seperti: lari untuk memakan roti yang digantung di atas tali, atau perlombaan mengambil permen yang ditutupi lapisan tepung terigu dengan mulut.

Sejarah
Olimpiade Tokyo 1964 adalah olimpiade musim panas yang diadakan lebih lambat dari kebiasaan. Bulan Oktober sudah termasuk musim gugur di Jepang, dan tanggal 10 Oktober sengaja dipilih sebagai hari pembukaan olimpiade karena pada hari itu kemungkinan besar (singularitas) cuaca cerah di wilayah Tokyo dan sekitarnya.
Hari pembukaan Olimpiade Tokyo 1964 mulai diperingati sebagai Hari Olahraga dan Kesehatan pada tanggal 10 Oktober 1966. Selama 34 tahun dari tahun 1966 hingga tahun 1999, hujan dengan curah hujan melebihi 1 ml hanya pernah turun sebanyak 5 kali di daerah Tokyo pada tanggal 10 Oktober. Setelah dipindahkan ke hari Senin minggu kedua di bulan Oktober, Hari Olahraga dan Kesehatan tidak lagi selalu cerah dan perlombaan menjadi sering ditunda akibat hujan.


Sabtu, 09 Juli 2011

Keunikan Negara Jepang

ini dia keunikan yang ada di Negara Sakura alias Negara Jepang :)))
Langsung saja kita baca faktanya.............


1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara / susah.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (horor).

4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”). Seperti komik yang pernah kita beli ditoko-toko.


5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.

6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.

8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”.... dengan jari tangannya ? Kalau agan-agan perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.

11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.

13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.

14. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.

15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.

16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.

17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.

18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.


19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.

20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.

21. Mereka kagak percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju. Kebanyakan orang Jepang menganut agama Shinto.

22. Orang Jepang taat dengan segala peraturan seperti pertemuan dengan teman jam 8, maka kita harus datang jam 8 karena orang Jepang tidak suka orang yang terlambat.

23. Orang Jepang fanatik dengan bahasa mereka, liat aja saat kamu chating dengan orang Jepang pasti ada yang bilsng "sorry, I can't speak English". Tapi itu g semuanya bilang seperti itu. hihihi#~~~~

*kapan ya aku punya negara seperti itu :D*

Minggu, 16 Januari 2011

Japanese Language

Aku punya kata-kata Bahasa Jepang ni, capa tau bisa membantu kalian yang membutuhkan?



~Sugu ni aitai
Aku ingin bertemu kamu segera

~Aikatta
I miss you

~Yasashii ne
Kamu baik hati

~Anata no koto motto shiritai
Saya mau tahu lebih banyak tentang kamu

~Ima sugu aitai
Saya mau bertemu kamu sekarang

~Anata ga koishikunaru wa
Aku akan merindukanmu

~Anata wa watashi no mono
Kau milikku

~Kirei na hitomi dane
Kau punya mata yang bagus

~Aishite mo ii desuka?
Bolehkah aku mencintaimu

~Anata no koto shinken nano
Aku serius sama kamu

~Zutto anata o omotteru
Aku akan selalu mengenangmu

~Nanka atta no
Apa yang sedang terjadi

~Nani kangaetan no?
Apa yang sedang kau pikirkan

~Hotto
Benarkah

~Ima chotto wakaranai
I don’t know

~Owatta
Finish

~yukkuri itte
Slowly

~Nani sore?
What it is

~Tsukareta
I’m confused

~Omoshirokunai
Ini membosankan

~Ki ni shinai de
No problem

~Osoi ne
Kamu terlambat

~Kurisumasu omedeto gozaimasu
Merry Xmas

~Akemashite omedetoo gozaimasu
~Shinnen omedetoo gozaimasu
Happy New Year

~Irasshaimase
Welcome

~Aikawarazu desu
Seperti biasa

~Otanjoobi omedetoo gozaimasu
Happy Birthday

~Happii barentain
Vatentine Day’s

~Go kekko omedetoo gozaimasu
Selamat atas pernikahan anda

~Ki o tsukete
Hati-hati

~Dooshite no desuka?
What’s up

~Doozo ohairi kudasai
~Haitte kudasai
Silahkan masuk

~Chotto matte kudasai
Tolong tunggu sebentar

~Watashi wa koko …nensei de aru
Saya siswa kelas … SMA

~On o ada de kaesu
Air susu dibalas dengan air tuba

~Kuraku o tomo ni suru
Berat sama dijinjing, ringan sama dipikul

~Anata wa donata desuka?
Anda siapa?

~Moo ichido itte kudasai
Tolong ulangi sekali lagi

~ Yoku kitte kudasai
Tolong dengarkan baik-baik

~Kotaete kudasai
Silahkan jawab

Tolong ulangi sekali lagi

~ Yoku kitte kudasai
Tolong dengarkan baik-baik

~Kotaete kudasai
Silahkan jawab

Kamis, 13 Mei 2010

Sejarah Jepang

Sejarah Jepang



Awal Mula Terjadinya Jepang
Jepang kini sudah dikenal masyarakat dunia bukan lagi sebagai negara berkembang melainkan sebagai negara maju.. Hal ini dibuktikan dengan merajalelanya produk-produk yang beredar dengan lebel Negara Matahari Terbit tersebut. Seperti konsumsi (rumah makan), barang elektronik, transportasi, pakaian, dan bahan baku lainnya bahkan atom & nuklir.
Jepang sendiri adalah negara yang tidak begitu luas dibandingkan dengan Indonesia. Namun Jepang sudah mampu mengalahkan negara-negara Asia lainnya. Luas negara Jepang sendiri adalah + 378.000km2 (ada pula yang menyebutkan hanya 370.000 km2). Itu berarti hanya 1/25 (seper dua puluh lima) dari negara Amerika. Bahkan cenderung lebih kecil dari Kalifornia.


Berdasarkan keadaan geografis dan sejarahnya, Jepang dibagi menjadi sembilan kawasan dari 47 prefektur. Kesembilan wilayah tersebut adalah Hokkaido, Tohoku, Kanto, Chubu, Kinki, Chugoku, Shikoku, Kyushu, dan Okinawa. Sedang empat pulau utamanya adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu.
Selain dikenal sebagai product monster, Jepang juga dikenal sebagai negara misteri karena penuh tanda tanya dan sejarah. Mulai dari agama, bahasa, kebudayaan, penduduk, hingga awal terjadinya kepulauannya. Jika Amerika ditemukan oleh Colombus?, maka tidak begitu dengan Jepang.

Awal terjadinya kepulauan Jepang dimulai pada masa Palaozoic. Kala itu Jepang masih merupakan dasar lautan. Setelah memasuki masa Mesozoic, dasar lautan yang dimaksud mengalami perubahan dan membentuk daratan yang menyambung dengan Asia. Namun, pada akhir periode III masa Cenozoik, daratan tersebut kembali ke dasar laut.
Pada periode IV masa Deluvium, dasar laut tersebut timbul kembali dan sekali lagi menyatu dengan Asia. Setelah mengalami banyak perubahan alam dan cuaca, pada zaman es ke-3 (Dilivium), daratan yang menyatu dengan Asia ini berangsur-angsur mengalami penurunan dan membentuk kepulauan Jepang seperti sekarang ini.
Jepang yang memiliki ¾ kawasan pegunungan atau + 70% dari keseluruhan daratan memiliki empat musim yang berbeda. Empat musim tersebut adalah musim semi/haru (Maret – Mei), panas/natsu (Juni – Agustus), dingin/fuyu (September – Nopember), gugur/aki (Desember – Februari). Meski perubahan-perubahan iklim & cuaca sangat dinantikan masyarakat Jepang, ternyata Jepang sangat rawan terjadi gempa bumi dan bencana alam akibat letak geografisnya yang dipenuhi dengan pegunungan dan bukit-bukit.


Penghuni Jepang sendiri berasal dari beberapa negara yang bersinggah dan melakukan jual beli. Banyak pihak yang berpendapat berbeda akan hal ini. Masyarakat awam cenderung beranggapan bahwa suku Ainu lah sebagai penduduk pertama Jepang. Namun, pendapat tersebut belum dapat dibenarkan. Pendapat lain juga menyebutkan bahwa penduduk asli atau nenek moyang Jepang adalah yang memiliki kebudayaan Jōmon. Hal ini dikarenakan telah ditemukannya fosil dari hasil kebudayaan Jōmon. Ada pendapat lain yang menyebutkan, dan terkenal dengan sebutan Teori Selatan-Utara bahwa nenek moyang Jepang yang asli berasal dari daratan Asia yang tinggal dan menamakan dirinya sebagai Kikajin yang berawal pada jaman Yayoi.

Teori Selatan menyebutkan bahwa nenek moyang Jepang berasal dari Asia Tenggara seperti Tibet, Taiwan, Kepulauan Pasifik Barat Daya, Melayu, dan bahkan Indonesia. Teori ini dapat dibenarkan dengan adanya penemuan tentang cara bercocok tanam yang dilakukan oleh nenek moyangnya dengan cara membuat sawah.

Teori Utara menyebutkan lain. Di sini disebutkan bahwa nenek moyang Jepang berasal dari pusat daratan Asia seperti Mongol, Manchuria, Siberia, dan Turki. Teori juga dapat dibenarkan karena tata bahasa yang digunakan dalam keseharian msyarakat Jepang sesuai dengan susunan bahasa Korea, Ural, Turki, dan sebagainya.

Zaman di Jepang


Pada dasarnya, Jepang memiliki banyak jaman sesuai dengan perubahan masa dan kekuasaan. Namun, secara garis besar Jepang dibagi menjadi 5 periode. Periode tersebut meliputi
Abad kuno atau disebut dengan ‘Kodai’. Periode ini meliputi zaman primitif / Genshi Jidai (abad ke-3), zaman Yamato (592), zaman Nara (710), dan zaman Hei An (794-1192)
Abad pertengahan atau disebut dengan ‘Chuusei’ yang meliputi zaman Kamakura (1192-1333), zaman Muromachi (1334-1573), dan zaman Azuchi Momoyama (1573-1603)
Abad pra modern atau ‘Kinsei’ yang dimulai dengan zaman Edo (1603-1868)
Abad modern atau ’Kindai’. Pada periode Jepang banyak mengalami perubahan dan mulai dikenal dunia luar. Zaman yan sering dibicarakan ini dikenal dengan zaman Meiji (1868-1912)

Dewasa ini atau lebih dikenal dengan ‘Gendai’. Periode ini meliputi zaman Taisho (1912-1926), zaman Showa (1926-1991), dan zaman Heisei (1991-sekarang?)
Dalam perputaran tiap zaman, Jepang juga mengalami perubahan kebudayaan. Namun, perubahan yang paling besar (meliputi social dan politik) adalah saat terjadinya ‘Restorasi Meiji’. Pada saat itu, Jepang dipaksa untuk kembali membuka diri untuk negara luar.

Kamis, 29 April 2010

Budaya Jepang

Seperti halnya Indonesia, Jepang juga memiliki budaya, seni dan tradisi yang sangat banyak dan beragam. Jadi pada bagian ini saya hanya akan mencoba menuliskan budaya yang sudah umum dan dikenal secara luas khususnya oleh masyarakat negara luar. Beberapa diantaranya yang layak untuk ditulis adalah sebagai berikut :





K i m o n o
--------------------
Ki dan Mono

Kimono berasal dari kata ki yang berarti pakai dan mono berarti barang jadi kimono berarti barang yang dipakai atau dikenakan yaitu pakaian. Kimono yang sekarang dikenal sebagai pakaian tradisional Jepang sebenarnya adalah pakaian sehari hari masyarakat Jepang jaman dulu.

Namun selama ini kadang kimono dianggap sebagai pakaian wanita seperti halnya kebaya dalam budaya Jawa. Anggapan yang tidak tepat tentu saja karena kimono juga ada dua macam yaitu untuk pria dan wanita yang tentu saja dengan bentuk yang berbeda.

Kimono untuk pria biasanya sangat sederhana baik dalam design dan juga warna gelap yang biasanya berwarna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua atau hitam. Jenisnya hanya ada dua saja yaitu formal dan non formal.

Kimono untuk wanita dikenal ada beberapa jenis menunjukkan umur pemakai, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri. Kemudian kimono wanita mempunyai warna aksesoris dan design yang beragam. Hal yang sudah bisa dimaklumi tentu saja.




Upacaha Minum Teh
------------------------------
Chadō atau Sadō

Anda tahu caranya minum teh ? Saya yakin Anda pasti tahu. Namun minum teh yang dimaksud dalam upacara ini bukanlah minum dalam pengertian seperti yang mungkin Anda kenal. Merasakan ketika bibir mulai bersentuhan dengan air teh yang ada di gelas, merasakan dan mengirup aromanya serta ketika Anda menyerumutnya terasa suatu kekuatan kehidupan mulai mengalir memasuki diri. Sangat tidak sederhana seperti yang saya bayangkan selama ini.

Tentu saja, upacara minum teh ini adalah salah satu cara meditasi yang mulai dipopulerkan oleh pendeta Buddha dari kelompok Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen. Kalau Anda mengetahui lebih lanjut pasti akan lebih menakjubkan lagi karena seni minum teh ini harus dipelajari secara khusus dan ada sekitar 36 aliran dari upacara unik ini dan beberapa aliran tertentu juga mempunyai cabang atau aliran baru. Tidak cukup hanya dipelajari atau dipraktekkan saja namun juga harus terus diperdalam dan disempuranakan yang kadang memakan waktu bertahun tahun bahkan mungkin juga seumur hidup.

Karena acara minum teh ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang, maka pengetahuan tuan rumah untuk mengaatur ruangan untuk upacara (chashitsu) yang meliputi pemilihan lukisan dinding (kakejiku) bunga (chabana) sangatlah penting. Peralatan lainya seperti mangkuk keramik, sendok, teh dan sebagainya adalah dibuat khusus untuk upacara ini saja jadi bukan peralatan sehari hari. Berikut saya kitipkan beberapa penjelasan dari wikipedia : "Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut."

Penjelasan yang sangat tepat. Seperti yang saya sebutkan di awal, upacara minum teh ini adalah dianggap bagian dari meditasi oleh pelakunya. Karena kegiatan ini dilakukan dan dinikmati secara berkelompok, selain tuan rumah, tamu atau undangan juga tentu harus mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang sama tentang upacara ini. Tidak lucu tentu saja, kalau tuan rumah susah payah menyiapkan upacara namun tamu yang hadir tidak faham sama sekali dan langsung datang dan teguk begitu saja.




Y u k a t a
--------------------
Kimono musim panas

Kimono dan Yukata sebenarnya sama saja yaitu merupakan pakaian tradisional masyarakat Jepang yang dipakai sebagai pakaian sehari hari sebelum mulai diperkenalkannya pakaian model barat pada Era Meiji (1868-1912)

Sebagai pakaian musim panas yukata tentu saja cendrung berbahan tipis dan hanya terdiri dari satu lapis saja jadi pemakaiannya lebih sederhana dan santai dibandingkan dengan kimono yang cendrung tebal, berlapis lapis dan relatif susah untuk dipakai. Kimono untuk wanita biasanya bermotif bunga dan dengan warna cerah meriah sedangkan untuk pria seperti biasa umumnya berwarna gelap .




Seni Berkebun
--------------------
Japanese Garden

Taman atau kebun mempunyai arti yang sangat penting dalam budaya Jepang. Hal ini sepertinya tidak lepas dari pengaruh philosophy Shinto yang merupakan agama atau kepercayaan yang memuja alam. Kemudian agama Buddha yang datang belakangan juga memberi sentuhan dan pengembangan yang tidak kalah besarnya. Banyak tempat ibadah di Jepang khusunya Shinto dan Buddha mempunyai taman yang sangat terkenal keindahannya. Tentu saja taman bukan hanya monopoly dimiliki dan dibangun di kuil saja namun juga dimiliki oleh buat untuk kepentingan pribadi yaitu di rumah.

Taman atau kebun gaya Jepang mempunyai keunikan tersendiri karena merupakan paduan antara tanaman, batu dan air. Kadang di antara tiga bahan di atas batu mempunyai porsi yang sangat besar sehingga cendrung membuatnya berbeda dengan taman gaya Eropa. Penempatan lampu taman yang terbuat dari batu mungkin merupakan salah satu ciri khas dari taman gaya Jepang..

Jepang mempunyai hari libur nasional yaitu hari berkebun yang dirayakan setiap 29 April yang merupakan bagian dari libur Golden Week. Sepertinya hal ini merupakan perwududan dan penghargaan mereka pada tanaman.




Matsuri dan keramaian
--------------------
Festival Budaya

Matsuri adalah suatu festival budaya rakyat yang umumnya berkaitan dengan festival di kuil baik kuil Shinto (Jinja) maupun kuil Buddha (Tera) yang kebanyakan diselenggaran pada musim panas. Karena merupakan budaya rakyat tentu saja selalu ramai dan penuh dengan pengunjung. Seperti biasanya pada setiap keramaian di mana saja selalu disertai dengan kehadiran pedagang kaki lima, suatu aktivias bisnis yang hampir tidak dijumpai dalam kehidupan sehari hari.

Selain kehadiran pedagang kaki lima, event matsuri di suatu tempat juga sangat mudah di temukan karena banyaknya peserta yang hadir dengan menggunakan pakaian yukata yaitu pakaian musim panas. Jadi kalau kita menemukan orang yang berpakaian yukata dalam jumlah cukup banyak di sekitar terminal maka bisa ditebak di sekitar tempat tersebut berlangsung suatu matsuri atau festival kembang api.

Matsuri biasanya berarti festival kuil namun kadang ada juga perkecualiannya, sedangkan matsuri tidak selalu berarti berdoa atau sembahyang, hal itu sudah pasti karena kebanyakan orang datang hanya untuk melihat saja dan seperti biasanya dalam sebuat event pengunjung selalu lebih banyak dibandingkan dengan pesertanya.





Kendō dan Judō
--------------------
Jalan

Kendō adalah olah raga bermain pedang bambu sedangkan Judō pasti sudah Anda tahu artinya nama dari olahraga bela diri dari Jepang. Kata Dō yang terdapat pada akhiran kedua kata diatas mempunyai arti yang sama yaitu jalan dan kalau ditulis dengan huruf kanji mempunyai lambang jalan.

Kalau kita perhatikan lebih jauh ternyata orang Jepang sangat suka memakai kata ini terutama untuk istilah yang berhubungan dengan olah pikiran. Upacara minum teh atau Chadō juga memakai huruf kanji yang sama pada akhiran katanya. Huruf kanji Dōjuga kadang di baca Tō seperti kata Shintō yang artinya sama saja yaitu jalan.